Posted by : Adm zaen Selasa, 12 April 2016

Artikel ini adalah kumpulan beberapa kultum yang ada di google
 Kumpulan Kultum Part 2

Pemahaman terhadap Agama
Ada 3 hal penting yang sering disebut diperlukan oleh setiap seorang Mukmin yaitu iman, ilmu dan amal. Ketiga hal tersebut saling berkaitan dan harus dimiliki untuk kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Untuk dapat beramal dengan benar, maka seseorang harus memiliki ilmu. Beramal tanpa ilmu akan menimbulkan banyak kerusakan. Sebagai contoh, seseorang yang tidak mengetahui hakikat puasa, maka dia berpuasa hanya menahan haus dan lapar saja, tidak menahan ucapan atau perbuatan keji yang dapat merusak ibadah puasa.
Umar bin Abdul Aziz pernah berkata: “Barang siapa yang beramal tanpa didasari ilmu, maka unsur merusaknya lebih banyak daripada mashlahatnya” (Sirah wa manaqibu Umar bin Abdul Azis, oleh Ibnul Jauzi).
Orang yang ikhlas beramal, tetapi tidak memiliki pemahaman yang benar dapat merusak amalannya dan bahkan dapat memberikan madhorot kepada orang lain. Rasulullah SAW pernah menyampaikan bahwa adalah orang yang sesat padahal mereka melaksanakan sholat, puasa, dan amalan lainnya yang sangat banyak.
Rasulullah SAW bersabda, “(Ada sekelompok kaum), mereka menganggap sholat yang dilakukan oleh kamu sangat kecil bila dibandingkan sholat mereka, dan puasanya dianggap lebih rendah dari puasa mereka. Mereka membaca Al Quran, tetapi tidak melampaui kerongkongan mereka.” (Fathul Bari 6/714).
Imam Ibnu Taimiyah berkata: “Meskipun sholat, puasa dan tilawah Quran mereka banyak, namun mereka keluar dari kelompok ahlus Sunah wal Jamaah. Mereka adalah kaum ahi ibadah, wara’ dan zuhud, tetapi itu semua tidak didasari dengan ilmu.”
Maksudnya mereka beribadah dan membaca Al Quran, tetapi amalan tersebut dilaksanakan hanya sebagai rutinitas, tanpa pemahaman terhadap apa yang dilakukan. Mereka memahami ibadah itu suatu perintah yang harus dilaksanakan tanpa memahami hikmah dibaliknya.
Terkadang pelaksanaan ibadah dibuat untuk rutinitas saja. Ada pelaksanaan sholat Jumat berjamaah dengan khutbah yang berisi nasihat dari beberapa ayat Quran dan doa yang sudah tertulis pada beberapa lembar kertas. Dan cara ini sudah dilakukan bertahun-tahun. Tentu saja sangat disayangkan jamaah yang sholat Jumat di masjid tersebut. Tidak ada nasehat atau taujih yang dapat dipahami dan amal yang dapat dilaksanakan.
Terdapat cerita nyata pada suatu perumahan dimana beberapa ibu rumah tangga terjerat hutang dengan rentenir yang memberikan pinjaman uang dengan bunga yang mencekik. Ternyata para rentenir terebut adalah ibu-ibu yang terlibat aktif dalam pengajian pekanan. Kisah ini menunjukkan bahwa kegiatan pengajian rutin yang dilaksanakan tidak memberikan dampak positif pada aktifitas muamalah yang dilakukan.
Keutamaan seseorang bukan didasarkan pada banyaknya ilmu, hafalan atau amalan, akan tetapi dilihat dari benar dan dalamnya pemahaman terhadap agama Islam secara menyeluruh. Oleh sebab itu, Rasulullah SAW pernah bersabda, “Satu orang faqih itu lebih berat bagi setan daripada seribu ahli ibadah.” HR. Tirmidzi.
Sahabat Umar bin Khathab ra juga pernah berkata, “Kematian seribu ahli ibadah yang selalu sholat di waktu malam dan berpuasa di siang hari itu lebih ringan daripada kematian orang cerdas yang mengetahui halhal yang dihalalkan dan diharamkan oleh Allah.”
Bagusnya pemahaman terhadap agama mengalahkan faktor yang lainnya. Sebagai contoh, khalifah Umar bin Khathab ra pernah mengangkat sahabat Ibnu Abbas ra yang pada saat itu masih berusia 15 tahun untuk menjadi anggota majelis syuro. Umar bin Khathab ra menjulukinya sebagai “pemuda tua” karena ketinggian pemahamannya pada usia yang sangat muda.



Persiapan Marathon dan Ramadhan
Teman sekalian,
Coba dibayangkan, seandainya anda adalah seorang pelari nasional yang akan diutus oleh KONI untuk mengikuti lomba lari marathon dunia di Ontario, Kanada. Event tahunan ini merupakan ajang pelari menunjukkan kebolehannya dengan hadiah yang luar biasa. Untuk menghadapi lomba ini, anda akan mempersiapkan fisik dan mental jauh hari sebelum lomba.
Diantara latihan fisik yang anda lakukan adalah lari dalam jarak tertentu seperti 5, 10, 20 atau 25 km. Bahkan anda perlu mencoba lari sampai sekitar 40 km, untuk menyamai jarak yang akan dilombakan. Bisa dibayangkan kalau anda tidak melakukan latihan sampai 40 km, bisa-bisa ketika hari lomba tidak sampai finish. Hal ini menunjukkan bahwa latihan harus diusakan sesuai dengan yang akan dilombakan.
Untuk kesiapan mental terhadap cuaca di Ontario dan penduduk sekitarnya, maka anda tentunya akan tinggal di kota tersebut beberapa minggu sebelum lomba. Anda harus menyesuaikan suhu yang lebih dingin di kota tersebut. Diharapkan pada saat lomba nantinya, tubuh kita sudah siap dan tidak bakal kedinginan atau sakit perut yang bisa menyebabkan kegagalan anda.
Perumpamaan diatas mirip dengan persiapan kita ketika menghadapi bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Ramadhan yang lamanya 29 atau 30 hari membutuhkan stamina dan kesiapan yang matang. Betapa banyak kita lihat shof sholat tarawih yang penuh pada minggu pertama akan menyusut pada minggu-minggu berikutnya. Dan tidak heran kalau nanti pada minggu terakhir, beberapa warung semakin dikunjungi orang yang tidak kuat menahan haus dan lapar. Atau ada orang yang terkena gangguan kesehatan atau flu ditengah atau akhir Ramadhan, hal ini berarti fisiknya belum siap.
Untuk menghadapi Ramadhan, Rasulullah SAW sering melakukan puasa sunnat di bulan Rajab dan Sya’ban. Hal ini seperti yang tercantum dalam hadits yang diriwayatnya al-Nasa’i dan Abu Dawud (dan disahihkan oleh Ibnu Huzaimah): Usamah berkata pada Nabi saw, ‘Wahai Rasulullah, saya tak melihat Rasul melakukan puasa (sunat) sebanyak yang Rasul lakukan dalam bulan Sya’ban.’ Rasul menjawab: ‘Bulan Sya’ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan oleh kebanyakan orang.’
Ibadah lain yang kita perlu persiapkan adalah qiyamu lail atau sholat malam. Dalam bulan Ramadhan, peluang untuk melakukan sholat tahajjud akan besar karena kita akan bangun untuk melakukan sahur. Gunakan waktu sebelum sahur untuk memohon maghfiroh dan keperluan kita kepada Allah SWT.
Bacaan atau tilawah Al Quran juga harus diperbanyak karena bulan Ramadhan adalah bulan turunnya Al Quran dan dimana pahala akan dilipatgandakan. Akan merugilah kita bila waktu yang tersedia dalam bulan tersebut disia-siakan tidak untuk berdzikir atau membaca Al Quran.
Jangan lupa, kita juga perlu membuat suasana ceria dalam keluarga kita dalam menyambut bulan penuh rahmah ini. Bersih dan rapikan rumah. Buatlah hiasan dirumah agar terasa suasana Ramadhan. Buat rencana untuk beribadah bersama keluarga seperti sholat berjamaah, buka puasa dan tadarus bersama. Bahagiakan istri/suami dan anak anda agar bulan Ramadhan M Top  (Memang Top).
Wallahu a’lam.


Membiasakan Berbuat Baik
Dalam suatu hadits qudsi, Allah SWT berfirman “Jikalau seseorang hamba itu mendekat padaKu sejengkal, maka Aku mendekat padanya sehasta dan jikalau ia mendekal padaKu sehasta, maka Aku mendekat padanya sedepa. Jikalau hamba itu mendatangi Aku dengan berjalan, maka Aku mendatanginya dengan bergegas.” (HR. Bukhari)
Didalam melihat jalan hidup masyarakat di sekitar kita, bisa kita lihat bahwa beberapa orang mempunyai kecenderungan tertentu. Orang yang terbiasa berbuat maksiyat, maka dari hari kehari dia akan semakin terjerumus kedalam lembah yang hitam. Sebaliknya orang yang suka sholat berjamaah ke masjid, maka dia akan ramah ke tetangganya, rutin berinfaq dan bahagia kehidupan keluarganya.
Semakin seseorang memperbanyak dan membiasakan berbuat baik, maka semakin banyak terbuka pintu-pintu kebaikan yang lain. Hal ini sesuai dengan hadits qudsi diatas bahwa semakin tinggi intensitas dan kualitas ibadah kita kepada Allah SWT maka semakin dekatlah kita dengan-Nya.
Salah satu kunci kesuksesan hidup kita adalah bagaimana kita membiasakan berbuat baik. Semakin kita terbiasa berbuat baik, maka semakin mudah jalan kita untuk mencapai kebahagiaan hidup. Agar manusia terbiasa beribadah, maka beberapa ibadah dilakukan berulang dalam kurun waktu tertentu seperti sholat lima kali dalam sehari, puasa sunnah dua kali seminggu dan sholat jum’at sekali sepekan.
Permasalahan awal yang biasanya ditemukan dalam melakukan sesuatu yaitu dalam memulainya. Memulai suatu aktifitas terkadang lebih berat dibandingkan ketika melaksanakannya. Maka ketika kita mendorong mobil yang mogok, akan diperlukan tenaga yang besar saat sebelum mobil bergerak. Setelah mobil tersesebut bergerak, diperlukan daya dorong yang kecil. Ada juga sifat kita yang menunda perbuatan baik, padahal perbuakan baik janganlah ditunda. Kalau kita ada keinginan untuk menunda, maka tundalah untuk menunda. Hal ini seperti yang disampaikan Rasulullah saw:
“Bersegeralah untuk beramal, jangan menundanya hingga datang tujuh perkara. Apakah akan terus kamu tunda untuk beramal kecuali jika sudah datang: kemiskinan yang membuatmu lupa, kekayaan yang membuatmu berbuat melebihi batas, sakit yang merusakmu, usia lanjut yang membuatmu pikun, kematian yang tiba-tiba menjemputmu, dajjal, suatu perkara gaib terburuk yang ditunggu, saat kiamat, saat bencana yang lebih dahsyat dan siksanya yang amat pedih.” (HR. Tirmidzi)
Salah satu cara untuk mempermudah kita dalam memulai suatu amal ibadah adalah dengan mengetahui akan besarnya manfaat yang akan dirasakan. Segala hambatan atau godaan untuk tidak melaksanakan kebaikan tersebut akan bisa dilewatkan dengan keyakinan yang kuat. Oleh sebab itu, kita wajib untuk mencari ilmu tentang fadhilah (kelebihan) dari suatu amalan atau ibadah. Bahkan untuk menguatkan hati, kita juga perlu mencari ilmu secara berulang kali. Bahkan beberapa pengulangan dalam Al Quran digunakan agar manusia semakin ingat.

“Dan sesungguhnya dalam Al Quran ini Kami telah ulang-ulangi (peringatan-peringatan), agar mereka selalu ingat. Dan ulangan peringatan itu tidak lain hanyalah menambah mereka lari.” (QS. Al Israa’ 41)
Jadi, mulailah perbuatan baik yang ingin anda lakukan sekarang dan jangan ditunda. Kalau belum yakin, perluas dan perdalam ilmu agar kita semakin yakin.
Wallahu a’lam bish showab.


Al Mujahirin
Penulisan judul diatas adalah tepat, bukan salah ketik dari Al Muhajirin yang berarti sahabat nabi yang hijrah dari Mekkah ke Madinah. Al Mujahirin yang dimaksud terdapat dalam hadits berikut:
Abu Hurairah ra berkata, “Saya telah mendengar Rasulullah saw bersabda, “Semua ummatku selamat, kecuali yang terang-terangan berbuat dosa (Al Mujahirin). Dan termasuk dari mujaharah yaitu seorang berbuat dosa di waktu malam gelap mendadak pagi-pagi diceritakan pada lain orang, padahal semalam itu Allah menutupinya, tetapi pagi-pagi ia membuka apa yang ditutupi Allah itu.” HR. Bukhari, Muslim.
Al Mujahirin adalah orang yang secara terang-terangan membuka aibnya dengan tanpa rasa malu, walau Allah swt telah menutupinya. Orang inilah yang tidak akan mendapatkan ampunan Allah swt.
Pada saat ini ternyata Al Mujahirin ini banyak ditemui disekitar kita. Melesatnya teknologi internet selain membawa hal-hal yang positif tetapi juga memberikan dampak negatif. Dari sebuah penelitian (medio April 2007) disebutkan bahwa sudah beredar tidak kurang 500 video porno yang mempertontonkan remaja Indonesia yang berhubungan seksual. Hal ini sangat mengenaskan. Mereka sudah tidak malu lagi berbuat dosa. Apakah ini karena mereka mencontoh perbuatan orang tua atau tokoh masyarakat lain?
Bisa dibayangkan kalau Allah sudah mencabut perasaan malu untuk berbuat dosa pada bangsa ini. Maka kita bisa saja, naudzubillahi min dzalik, kembali ke tempo jahiliyahan sehingga manusia selalu menuruti hawa nafsunya.
Sudah selayaknyalah kalau kita selalu membentengi diri, keluarga dan lingkungan sekitar kita terlebih dahulu dengan siraman iman dan taqwa.
Wallahu a’lam bish showab.


Lupa dan Motivasi yang Lemah
Disamping banyak kelebihan, kita sebagai manusia memiliki juga beberapa kelemahan. Dua kelemahan utama kita telah ditunjukkan oleh Allah swt dalam kisah nabi Adam as. Seperti kita ketahui, Allah swt telah memberikan nikmat yang besar kepada Adam as untuk tinggal di surga dengan syarat tidak makan buah khuldi. Tetapi akhirnya nabi tercinta kita ini makan buah tersebut.
Dalam QS. Thaahaa 115 disebutkan ada dua sifat Adam as (yang juga kita miliki) sehingga terjerumus oleh godaan iblis yaitu:

“Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa, dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat.”

Sifat lupa dan motivasi yang lemah inilah kelemahan kita semua. Ada yang menyebutkan bahwa lupa berhungan dengan intelectual capacity yaitu kemampuan kita untuk mengingat sesuatu. Dan hal ini bisa diperburuk dengan campur tangan setan seperti hadits yang menyebutkan godaan setan terhadap orang yang sedang sholat hingga dia lupa jumlah rakaat yang telah dilakukan. Oleh sebab itu, perbanyaklah meminta perlindungan Allah swt dari godaan setan agar kita tidak gampang lupa.

Motivasi yang lemah bisa dikaitkan dengan emotional capacity yang berasal dari kemauan kita sendiri. Motivasi lemah bisa dilihat dengan sikap enggan, malas, tidak bersemangat ataupun cuek. Titik ekstrim dari orang dengan motivasi nol adalah ketika dia melakukan bunuh diri. Motivasi dalam hidup kita bisa diibaratkan sebagai lilin di kegelapan. Ketika motivasi kita meredup, kita bisa malas makan, malas bekerja, enggan belajar sampai tidak punya ide apapun.

Tugas kita adalah menjaga agar motivasi ini terus menyala sehingga kita menjadi lebih bersemangat dalam hidup. Jagalah semangat hidup ini dengan banyak bersyukur, memiliki visi-misi hidup, menjauhi kebosanan dan think positively.
Wallahu a’lam bish showab.


Bertemu yang Dicinta
Mungkin pernah diantara kita yang lagi punya idola seorang penyanyi. Yang kita lakukan adalah mengoleksi kaset atau CDnya. Sering mendendangkannya kapan saja. Sampai sebelum tidurpun kita masih lantunkan. Maka ketika penyanyi tersebut mengadakan konser dikota kita, kita udah pesan tiketnya jauh hari – takut kalau tidak kebagian. Semua agenda atau janji dibatalkan demi ingin menghadiri konsernya.
Bandingkan dengan bagaimana hubungan kita dengan Allah SWT. Apakah kita benar-benar mencintai Allah SWT? Mungkin kalau kita buka koleksi kaset dan CD kita tidak ada koleksi tilawah Al Quran atau nasyid Islami. Sudah berapa seringkah kita mengulang hafalan Al Quran kita? Atau seringkah kita mendendangkan nasyid dikala senggang kita?
Sudahkah kita mempersiapkan pertemuan kita dengan Allah SWT? Atau mungkin, na udzu billahi min dzalik, tidak terpikir sama sekali. Kalau kita tidak pernah berpikir ingin ketemu Allah maka kelihatannya sulit bagi kita untuk bertemu. Allah hanya akan menemui hambaNya yang rindu ingin bertemu denganNya.
Seharusnya kita punya keinginan yang sangat untuk bertemu dengan Allah SWT sehingga kita akan mempersiapkan untuk bertemu dengannya. Seperti cerita diatas, kita juga harus mempersiapkan pertemuan dengan Sang Pencipta. Lakukan amal yang disenangi dan jauhi apa yang dilarang. Dan kita tidak tahu kapan Allah akan memanggil kita meninggalkan dunia ini. Maka bersegeralah untuk meningkatkan iman, taqwa dan amal kita. Sehingga kapanpun sakaratul maut menjemput: “I am looking forward to see you Allah”

“Maka segeralah kembali kepada (mentaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu. ” QS Adz Dzariyat 50

Pendidikan dalam Keluarga yang ISLAMI
Assalamualaikum wr.wb
Hak primer pendidikan seorang anak berada ditangan kedua orang-tuanya. Sedangkan masyarakat dan negara dalam hal pendidikan tersebut memiliki hak sekunder. Hal ini secara implisit terkandung dalam Firman Allah: “Jagalah dirimu dan keluargamu-termasuk anak-anakmu dari siksa api neraka”. (At Tahrim: 6)
Secara implisit pula ayat tersebut mengandung arti bahwa orang-tua pada umumnya diberi kemampuan oleh Allah swt untuk mendidik anaknya. Dan orang tualah yang menjadi faktor penentu apakah anak yang lahir fitrah itu akan di didik beragama Yahudi, atau beragama Majusi, atau beragama Nasrani, ataukah beragama Islam.
Sifat pendidikan dalam keluarga adalah informal. Tanpa kurikulum, tanpa jadwal pelajaran tertentu dan tanpa formalitas yang lazim terjadi pada jenis pendidikan lainnya. Pendidikan berlangsung sepanjang waktu ketidak hadirin orang tuapun proses pendidikan itu tetap berlangsung.
Pada pendidikan informal tersebut terdapat tiga hal yang penting, yakni: suasana lingkungan rumah tangga pada umumnya, corak hubungan antar anggota keluarga, khususnya antara 0rang-tua dengan anak-anaknya, dan keteladanan.
Mengenai dua hal yang pertama Rasulullah saw pernah bersabda sebagai berikut :
“Apabila Allah swt. menghendaki sesuatu rumah tangga yang baik, maka diberikannya kecenderungan mempelajari ilmu-ilmu agama (Islam); yang muda menghormati yang tua; harmonis dalam kehidupan; hemat dan hidup sederhana; menyadari cacat-cacat mereka dan kemudian melakukan taubat. Jika Allah swt. menghendaki sebaliknya, maka ditinggalkan-Nya mereka dalam kesesatan”. (Hadist, riwayat Dailami, dari Anas)
Pendidikan informal dalam keluarga ini mempunyai arti penting bagi perkembangan pribadi anak karena beberapa faktor. Selain pendidikan dalam keluarga merupakan batu pertama di masa peka yang sukar terhapus dari jiwa anak, pendidikan dalam keluarga juga diberikan secara kontinyu sepanjang waktu, dan didalamnya terkandung hubungan emosional yang lembut antara orang tua dan anak, sehingga yang teukir pada jiwa anak tidak hanya kognisinya melainkan keseluruhan pribadinya secara utuh.
Wassalamualaikum wr.wb


Agar Air Minum Kita Setara dengan Air Zamzam
Air zamzam yang kita ketahui sangat banyak sekali khasitanya, bisa jadi obat, jamu, dan herbal, dalam artian penguat tubuh agar terjaga staminanya. Ya itulah hebatnya air zamzam, namun sayangnya air tersebut berada di daerah yang sangat jauh dari kita, khususnya yang berada di Indonesia.
Maka tidak heran air zamzam adalah air yang khas sebagai cidera mata orang yang baru pulang haji, rasanya kalau tidak bawa air zamzam ibadah hajinya batal, tidak sempurna. Begitupun orang yang menunggu kedatangan keluarga yang bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW) khususnya daerah arab Saudi, madinah, mina dan oman pasti menantikan air zamzam setibanya di kampong halaman.
Disebutkan dalam salah satu riwayat  bahwa air zamzam merupakan satu-satunya air syurga di dunia, yang diberikan oleh oleh lewat peristiwa siti hajar dan ismail, ketika nabi Ibrahim menempatkan keduanya di tanah tandus dan gersang yakni gurun pasir.
Tetapi pada ulasan ini saya ingin menjelaskan kenapa air zamzam begitu berkhasiat, dan lebih menakjubkan lagi air zamzam tidak akan pernah habis sampai kiamat tiba, allahuakbar, padahal kita tahu sendiri ketika dating kemarau sumur, sungai, sawah menjadi kering kerontang, namun tidak bagi air ajaib ini.
Secara fisik saja kita sudah tahu betapa hebatnya air zamzam apatah lagi secara khasiatnya, pada hakikitnya air zamzam hanyalah air yang di istimewakan oleh allah semata di dunia, tidak ada bedanya dengan air sumur yang ada di kita, namun allah menghendaki air zamzam lah satu-satunya air yang paling ajaib.
Hal ini menjadi daya tarik sendiri bagi para ilmuan untuk meneliti sebab-sebab yang terkandung dalam air, ada kandungan air yang bagus disebut mineral, ada yang jelek ada juga yang sangat bagus yakni zamzam, terlepas dari pengamatan para ilmuan saya sendiri mencoba memberikan argument, dalam menjawab pertanyaan kenapa air zamzam berkashiat tinggi.
Karena air zamzam berada di antara kota mekah dan madinah yang tiap detik di gaungkan doa, dzikir, ibadah yang tidak pernah behenti setiap hari. Air yang selalu mendapatkan doa maka akan memiliki khasiat yang sangat tinggi, apalagi dalam tubuh kita hamper 90% adalah air, tentu saja apabila kita meminum air yang bagus maka tubuh kita akan bagus pula.
Untuk itu, agar kita senantiasa sehat dan bugar, minumlah air yang sebelumnya sudah kita doakan minimal sebelum minum membaca bismillah, insya allah air yang kita minum akan setara dengan air zamzam. wallahualam

Apakah dengan Bersedekah Hidup kita Akan menjadi Berkah ?
Assalamualaikum wr.wb
Sedekah adalah amalan istimewa berdimensi ganda, akhirat sekaligus dunia. Ia tidak saja menunjukan kecerdasan intelektual dan spritual, tetapi juga sosial. Ia menyimpan energi “misterius” dalam menggerakkan orang meraih sukses, hidup bahagia, rezeki lapang, juga menangkal kesulitan dan bencana.
Namun kenyataannya banyak orang yang lalai untuk bersyukur, padahal mereka telah mendapatkan banyak anugrah dari Allah. Salah satu cara bersyukur yang tepat dan nyata adalah dengan bersedekah. Bersedekah menyadarkan kita , bahwa harta yang terdapat pada diri kita, sesungguhnya tidak seluruhnya merupakan hak kita, namun hak orang lain. Harta yang menjadi orang lain itu perlu disampaikan kepada yang berhak, dengan cara bersedekah. Sayangnya banyak orang yang malas bersedekah dengan berbagai alasan. “untuk apa saya berikan harta saya kepada orang-orang yang tidak berjasa kepada saya ?”.
Sedekah bukan membuang harta, tenaga dan pikiran, dengan percuma. Ia juga tidak melulu terkait dengan harta-benda atau uang berjuta-juta. Tapi, ia merupakan energi cinta. Begitu banyak orang sukses, bahagia, dengan beribu-ribu jalan sedekah. Sedekah telah mengubah nasib mereka. Sedekah bagi mereka memiliki daya dorong dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah. Mereka telah membuktikan bahwa bersedekah merupakan salah satu jalan meraih kesuksesan.
“setiap persendian manusia wajib disedekahi, setiap hari yang padanya matahari terbit. Beliau bersabda, “Mendamaikan antara dua orang (yang berselisih) adalah sedekah, “(Mengucapkan) kalimat yang baik adalah sedekah, setiap langkah yang dia berjalan menuju masjid untuk shalat adalah sedekah” (HR. Al-abaukhari dan Muslim)
Hadist di atas menyerukan perlunya bersedekah dengan berbagai cara, karena sesunggunya perbuatan yang baik dianggap sedekah. Setiap sendi yang terdiri dari tulang dan persendan pada manusia tersusun secara indah dan merupakah anugrah paling besar dari Allah swt. kebesaran dan keagungan Allah dalam menciptakan makhluk itu terbaik itu tidak akan disadari, kacuali seseorang telah kehilangan nikmat. Untuk itu, bersyukur adalah satu-satunya jalan agar Allah tetap berkenan dengan anugrah tersebut.
Inilah pesan penting yang hendaknya tidak dilupakan oleh umat Islam. Namun seharusnya, kita bersedekah karena tulus dan ikhlas, dengan niat ibadah dan berbagi dengan sesama yang membutuhkan, bukan karena status sosial, popularitas, bagian gaya hidup hura-hura, dan seterusnya. Justru, dengan sedekah itu kitasedang membersihkan harta kita dari hak-hak orang lain yang “nyangkut” dalam harta kita dan mengembalikannya kepada mereka. Lebih penting lagi, sesungguhnya tanpa dasar harta yang kita sedekahkan itu tidak hilang, tetapi menjadi pinjaman bagi Allah dan akan diganti-Nya dengan lipatganda.
Wassalamualaikum wr.wb

Kewajiban Orang Tua dalam Keluarga yang Islami
Kewajiban Orang Tua dalam Keluarga yang Islami
Assalamualaikum wr.wb
Kewajiban dan tanggung jawab orang tua terhadap anak-anaknya, dengan harapan usaha identifikasi pendidikan dalam keluarga yang Islami, yang dilaksanakan dalam serba keterbatasan waktu , dapat lebih disempurnakan dengan semaksimal mungkin dan mudah-mudahan artikel kali ini bisa menjadi referensi buat pembaca setia batararayamedia.com. selamat membaca. Semoga bermanfaat..
Kewajiban dan tanggung jawab orang-tua itu antara lain sebagai berikut :
1. Memenuhi kebutuhan primer: pangan, sandang dan papan.
2. Menanamkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah s.w.t.
3. Menanamkan nilai-nilai dan norma-norma yang positif.
4. Menanamkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad s.a.w., cinta kepada keluarga dan senang membaca Al Qur’an.
5. Melatih pelaksanaan rukun islam.
6. Melatih pelaksanaan perilaku beribadah lainnya.
7. Membina akhlak yang mulia.
8. Melatih adab sopan-santun yang Islami.
9. Mengajar dan melatih berdo’a serta usaha selalu mendekatkan diri kepada Allah Maha Pencipta.
10. Memperkembangkan potensi yang terdapat dalam diri anak, seperti kecerdasan, bakat dan minatnya.
11. Melatih bekerja dan mencintai kerja serta pemilihan watak yang mandiri.
12. Mempersiapkan masa depan anak sesuai dengan phase perkembangan dan sifat kediriannya.
13. Melatih hidup bermasyarakat dalam proses sosialisasi.
14. Membina kesehatan mental seluruh anggota keluarga.
15. Memelihara kesehatan jasmani.
16. Melatih kecakapan berenang dan kemampuan membela diri.
17. Merangsang anak untuk berbuat kreatif, positif dan konstruktif.
18. Membina hubungan yang harmonis antara anggota keluarga.
19. Memberikan kasih sayang, teladan yang baik dalam kehidupan sehari-hari, dan bersikap adil kepada anak-anaknya.
20. Last but not least menanamkan rasa cinta bangsa dan tanah air menjadikannya warga negara yang baik, serta menghayati dan mengamalkan pancasila.
Wassalamualaikum wr.wb

 Jangan Bandingkan Diri Anda dengan Keberhasilan Orang Lain.    

Sahabat, masihkah hari ini semangat, atau sudah patah semangat hehe.
yang pastinya tetap semangat. seandainya patah semangat mari kita dorong lagi dengan semangat jiwa yang membara. seperti kobaran api yang menyala dikala api ungun.

terkadang semangat kita suka gugur karena kita selalu melihat keberhasilan orang lain yang begitu bagus dan signifikan, padahal kita sudah berusaha lebih baik untuk berhasil menggapai hidup. namun tetap saja kita serba kekurangan dan serba kurang dari orang lain.

jika sahabat ingin tetap termotivasi, janganlah suka membandingkan diri sahabat dengan keberhasilan orang lain.
terutama keberhasilan orang yang seprofesi dengan sahabat.

sebab jika hal itu sahabat lakukan, sahabat akan merasa "ketinggalan". sahabat akan merasa dirinya tidak sukses. hal ini dapat membuat sahabat patah semangat untuk bekerja meraih tujuan.

sahabat tidak perlu membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Fokuskan diri sahabat pada apa yang sahabat kerjakan dan apa yang sahabat capai.

setiap orang memiliki perbedaan dalam mencapai cita-citanya. jadi tak perlu menyamakan diri sahabat dalam mencapai cita-cita dengan orang lain. baik dari sisi waktu dan tahapanya.

Lagi pula, Alloh SWT telah mentakdirkan setiap orang sesuai dengan kehendak-nya. jika ada orang yang berhasil, maka hal itu semata-mata karena takdir Alloh. sahabat tidak bisa berbuat apa-apa terhadap takdir Alloh. sahabat ak perlu iri atau cemburu dengan takdir Alloh. apalagi merasa bahwa orang tersebut berhasil karena merebut "jatah keberhasilan" sahabat.
semoga kita semua tetap semangat dan tidak ada kata atau prasaan yang kurang baik dalam tingkah.
sampai disini dulu untuk postingan kali ini. semoga bermanfaat.

Wassalamu'alaikum Wr.Wb.
CONTOH BERPERILAKU DALAM ISLAM      

Assalamulaikum wr.wb
Sebelum masuk ke dalam Perilaku Islam mari kita cari tahu apa pengertian Perilaku Islam itu.
Perilaku merupakan tindakan atau perbuatan suatu organisme yang dapat diamati dan bahkan dipelajari, bisa juga di artikan sebagai suatu aksi dan reaksi organisme terhadap lingkungannya. Reaksi yang dimaksud digolongkan menjadi 2, yakni dalam bentuk pasif (tanpa tindakan nyata atau konkrit), dan dalam bentuk aktif (dengan tindakan konkrit). Hal ini berarti bahwa perilaku baru akan terwujud bila ada sesuatu yang diperlukan untuk menimbulkan tanggapan yang disebut rangsangan, dengan demikian maka suatu rangsangan tertentu akan menghasilkan perilaku tertentu pula.
“ Islam akan terasa indah ketika kita mampu mengIndahkan-Nya ”
              Islam yakni Iman, Ilmu, dan Amal.
Iman mempunyai empat tanda diantaranya berikrar akan ke-Esaan Allah SWT, beriman pada-Nya, beriman pada kitab-kitab-Nya, serta beriman pada rasul Rasul-Nya. Ilmu ada empat yaitu ilmu tentang Allah, ilmu tentang para kekasih-Nya, ilmu tentang syariat-Nya, dan ilmu cara memeliharanya agar bisa diamalkan.
Amal adalah salat, puasa, zakat dan ikhlas.
                Berikut adalah contoh berperilaku dalam Islam :
    Jujur ada empat yakni jujur dalam kata-katanya, percaya pada janji dan ancaman Allah, setia pada janjinya, dan menghindari diri dari berlaku curang.
     Selalu Bersyukur pada Allah ketika mendapat nikmat, sabar ketika menerima bencana, merasa cukup dengan pembagian rizki dari Allah, dan tidak memuji atau mengagungkan selain Allah.
    Yakin bahwa Allah itu Mahabenar lalu dia beriman pada-Nya, yakni bahwa mati adalah suatu ketentuan yang pasti lalu dia bersiaga terhadapnya, yakin bahwa hari kebangkitan adalah benar lalu dia takut dipermalukan lantaran aib-aib yang pernah dilakukannya, yakin bahwa sorga itu benar lalu dia rindu padanya, dan yakin bahwa hisab Allah itu benar lalu dia menghisab dirinya lebih awal.
    Ikhlas ada empat yaitu hatinya ber-taslim, anggota tubuhnya dipasrahkan pada Allah, berbuat amal baik dan menahan diri dari perbuatan yang buruk.
    Saleh senantiasa berupaya menjernihkan hatinya, memperindah amal perbuatannya, bersikap teliti dan hati-hatidalam pendapatannya, serta tepat dalam menangani perkara-perkara yang dihadapinya.
    Bertakwa ada enam yakni dia takut pada Allah, dia bersikap hati-hati dari murka-Nya, dia melewati hari-harinya seakan melihat-Nya, dia tidak menjadikan dunia sebagai perhatian utamanya dan tidak mengagungkannya sedikitpun.
    Sabar ketiaka menerima bencana, berniat baja ketika akan berbuat amal kebajikan, bersikap rendah diri
                Wassalamualaikum wr.wb

Pentingnya Ilmu Pengetahuan


Islam memerintahkan kepada kita untuk mencari ilmu, tidak ada alasan untuk tidak mencari ilmu sebagaimana  sabda Rasulullah saw.

“ Tolabul ilma faridatur  ‘ala kulli muslimin wa muslimah”

Artinya : Mencari ilmu itu wajib bagi orang islam laki – laki dan perempuan.

Dengan ilmu kita bisa menundukkan seluruh makhluk Allah yang ada dimuka bumi ini. Dengan ilmu pula kita bisa memimpin dunia memimpin seluruh makhluk Allah. Kita akan menjadi makhluk terbaik diantara makhluk Allah. Namun jika tidak berilmu, kita akan menjadi bodoh tidak tahu apa-apa didunia ini pada akhirnya kita menjadi makhluk yang paling rendah, kata Allah  “ Asfala Safilin ” tentu kita tidak mau menjadi makhluk yang paling rendah.

“ Yarpa’ illahul lazina amanu minkum wallazina utul ilma darajat “

Artinya : Allah akan mengangkat derajat orang beriman dan yang berilmu dengan beberapa derajat.

Oleh karena itu marilah kita tetap menuntut ilmu karena dengan ilmu pengetahuan kita akan mendapatkan kebahagiaan dunia akhirat.

Sebagai kesimpulan.

Selama hayat masih dikandung badan mari kita selalu menuntut ilmu tanpa mengenal lelah karena ilmu sangat penting dalam kehidupan. Kita tidak bisa menjadi insan kamil tanpa ilmu pengetahuan.

“ Unzur ma qila wala tanzur man Qola “
Pandanglah pembicaraan jangan pandang siapa pembicaranya.

Wabillahi taufik wal hidaya
Assalamu’ Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Doa Orang Yang Tertimpa Musibah

Assalamu'alakum sobat semua,,, gimana kabarnya nih! sudah hampir 2 bulan lebih blog kumpulan tausiyah singkat ini, tidak memberi tausiyah singkat lagi kepada sobat-sobat semua.

Disamping kesibukan pribadi, kesibukan di tempat kerja juga. saya masih ingat banget dengan apa yang sudah saya janjikan, bahwa blog kumpulan tausiyah singkat ini akan memberikan tausiyah singkat tentang sunnah-sunnah Rasulullah SAW, tapi berhubung baru bisa online lagi dan bisa buka blog tercinta ini kembali, dilain waktu yah. Untuk itu, saya tidak akan lama-lama karena masih ada yang harus dikerjakan kembali, harap dimaklum yah.


Beberapa minggu lalu, tepatnya di Jakarta ibu kota Indonesia, sedang mengalami musibah yaitu banjir. Mungkin ini memang salah kita selaku hamba Allah SWT yang tidak luput dari kesalahan, tapi dengan kita menyikapinya positif, insya allah ada hikmahnya dibalik musibah banjir itu.

Tapi saya himbau kepada teman-teman yang memang terkena banjir, bersabarlah karena Allah SWT bersama orang-orang yang sabar. Untuk itu, saya berikan doa orang yang tertimpa musibah, semoga dengan kita membaca doa ini, Allah SWT akan memberikan pahala yang berlipat ganda dan akan memberikan yang lebih baik lagi dari sebelum-sebelumnya.

berikut doa orang yang tertimpa musibah : "Innaa lillaahi wa innaa ilayhi roo ji'uwn, Allahumma' jurniy fiy mushiybatiy wa akhlif liy khoyroon minhaa".


yang artinya : Sesungguhnya kami milik Allah dan kepadanya kami akan kembali (di hari kiamat). Ya Allah! Berilah pahala kepadaku dan gantilah  untukku dengan yang lebih baik (dari musibahku). HR. Muslim

Inilah doa orang yang tertimpa musibah, baik itu musibah karena banjir, gempa bumi, longsor, tsunami, jatuh miskin, kehilangan, sakit, dan lain-lain.

Ingat yan sob, anggap ini adalah teguran atau peringatan buat kita dari Allah SWT, itu semua karena Allah SWT masih sayang pada hamba-hambaNya.


KEUTAMAAN ORANG JUJUR
 Ciri utama seorang muslim adalah jujur. Bukanlah dikatakan muslim sejati jika seorang masih berbohong dan menipu. Rasulullah saw dalam kehidupannya sehari – hari dikenal sebagai orang yang dapat dipercaya. Karena itu jujur merupakan akhlak yang sangat baik dan indah menurut pandangan Allah.
Sesungguhnya jika kita hidup di dunia ini memelihara kejujuran, maka kedamaian akan dapat dirasakan oleh umat manusia. Orang – orang yang selalu bersikap jujur dalam setiap tindakan dan ucapan, maka ia termasuk golongan yang beruntung. Artinya, ia beruntung di dunia dan beruntung di akhirat.
Kita semua tentu sangat setuju bahwa jujur merupakan budi pekerti yang mulia. Kejujuran dapat membimbing manusia menuju kebaikan. Apabila seseorang telah jujur dan mampu menempatkan suatu kebaikan, maka ia terbimbing menuju ke surgabukankah Rasulullah swa telah bersabda: “Sesungguhnya kejujuran membimbing kea rah kebaikan. Dan kebaikan itu membimbingnya ke surge. Sesorang yang jujur, maka hingga di sisi Allah ia akan menjadi orang yang jujur dan benar. Sedangkan sifat dusta membimbing orang pada kejahatan. Lalu kejahatan itu menyeret ke neraka. Sesorang yang biasa berdusta, maka hingga di sisi Allah kelak tetap menjadi pendusta”.  (HR Bukhari Muslim)
Orang yang suka berterus terang dan jujur dalam segala hal kehidupan ini, maka ia termasuk memiliki sifat kenabian. Sebab tentu saja orang – orang yang jujur ini suka sekali dengan kebenaran. Karena sukanya. Maka ia selalu memelihara akhlaknya diri dari dusta. Karena itu ia cenderung untuk melakukan kebaikan dan menegakkan kebenaran agama.
Allah berfirman : Dan sebutkanlah dalam Al Kitab tentang Ibrahim, bahwa ia adalah seseorang yang benar dan jujur, lagi pula seorang nabi. (Q. S. Maryam ayat 41).
Kejujuran itu dekat dengan kebenaran. Kebenaran adalah sesuatu yang disenangi Allah. Jika Allah senang, maka pastilah dia akan mengasihi. Dan hambaNya yang jujur, maka kelak di hari kiamat akan disediakan tempat yang menyenangkan yaitu surga.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Kreative - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -